Lidah ini kelu sejuta asa
Tak dapat meramu ucapan sedemikian rupa
Sehingga dapat menghibur sekumpulan pemuda
Di sebuah peraduan nasib dan kenyataan
Para pemuda tak ikhlas hati
Para pemuda berperang nurani
Membawa sebongkah igauan hakiki
Guna menyebulkan nasib dan kenyataan
Sungguh, melodi lagu itu
Sudah tak terdengar merdu
Lagu itu menjelma jadi sebuah gerutu
Akan kesialan nasib dan kenyataan
Sudah beberapa sore
Mengaumkan deritanya dalam aliran sake
Pemuda mabuk dan serasa sial tertusuk sate
Mereka murka salahkan nasib dan kenyataan
Mereka terdiam memandang sebuah foto
Mereka lupa bahwa leluhur pernah tersohor
Pemuda lupa dan meraung karena sebuah foto
Penyesalan mereka atas nasib dan kenyataan
Senin, 04 Februari 2013
Perempuan dan Kesedihannya
Pelangi indah di mata itu
Isyarat hujan kegundahan
Dalam palung hati seorang perempuan
Ia, perempuan idaman
Ia, perempuan harapan
Tak sanggup menatap rembulan
Karena matanya terkubangkan air mata yang tak mau dikeluarkan
Wajahnya sengaja tak dipalingkan
Karena ia ingin dunia menatap kesedihan
Dari rona wajah yang memucat dan penuh kerutan
Ia, perempuan yang syarat akan duka dalam hati penuh pergolakan
Dunia tak sadar akan dirinya
Tanah yang dipijaknya sudah lelah membantunya
Dan kini, tak ada yang memperhatikannya
Isyarat hujan kegundahan
Dalam palung hati seorang perempuan
Ia, perempuan idaman
Ia, perempuan harapan
Tak sanggup menatap rembulan
Karena matanya terkubangkan air mata yang tak mau dikeluarkan
Wajahnya sengaja tak dipalingkan
Karena ia ingin dunia menatap kesedihan
Dari rona wajah yang memucat dan penuh kerutan
Ia, perempuan yang syarat akan duka dalam hati penuh pergolakan
Dunia tak sadar akan dirinya
Tanah yang dipijaknya sudah lelah membantunya
Dan kini, tak ada yang memperhatikannya
Sabtu, 26 Januari 2013
Perpecahan Harus Berakhir
Sepakbola merupakan olahraga yang dapat menyatukan dunia. Sepakbola dapat menyatukan segala perbedaan yang ada di sekitar kita. Namun, ada kalanya sepakbola dijadikan alat untuk memunculkan perbedaan ke permukaan. Di Indonesia, sepakbola merupakan olahraga sejuta umat. Baik pria, perempuan, anak-anak, orang tua maupun muda, pejabat, tukang sapu, dan lain sebagainya sangat menyukai sepakbola.
Begitu banyak acara televisi yang menampilkan pertandingan-pertandingan liga dunia. Namun, saat ini, televisi lokal tidak ada yang mempertontonkan liga Indonesia yang sebenar-benarnya. Sepakbola Indonesia terpecah karena kepentingan segelintir kelompok dan bila hal ini terus berlanjut, maka jangan heran bila Indonesia akan selalu menjadi penonton dan mungkin prestasi tertinggi di sepakbola ialah menjadi minor sponsorship klub-klub dunia.
Apakah hal itu yang diinginkan bangsa Indonesia untuk sepakbolanya? Apakah kita cukup bangga dengan segala keterpurukan ini? Apakah arogansi kelompok lebih penting daripada kepentingan bangsa Indonesia? Temukan jawabannya sendiri. Bila saya boleh menjawab, saya tidak akan pernah bangga dengan keadaan sepakbola Indonesia saat ini. Sepakbola Indonesia, saya yakin, bisa lebih maju dari ini. Lihatlah Jepang dan Korea, baik Korea Selatan maupun Korea Utara, yang berhasil berlaga di pentas dunia sekelas Piala Dunia. Pemain mereka pun berhasil menembus berbagai liga di dunia. Pernahkan kita berpikir? Bahwa Indonesia bisa jaug lebih baik daripada Jepang maupun Korea Selatan dan Korea Utara.
Sepakbola Indonesia harus ditempatkan pada fungsinya yang sebenarnya, yakni sebagai pemersatu bangsa. Terlihat pada tim Garuda yang dibesut oleh Alfred Riedl beberapa tahun lalu di laga AFF Suzuki Cup. Meski Indonesia hanya berada pada posisi Runner-up, namun dalam pertandingan itulah semua elemen yang ada di Indonesia bersorak sorai satu komando "Indonesia". Tidak ada seorang pejabat, tidak ada seorang pemulung, tidak ada etnis Jawa, tidak ada etnis Papua, yang ada hanya satu, bangsa Indonesia. Kebersatuan Indonesia saat itu adalah satu keutuhan yang tidak dimiliki oleh bangsa lainnya di dunia. Pertandingan itu menunjukkan pada dunia wajah Indonesia sebenarnya, kebersatuan dalam keberagaman, bhinneka tunggal ika.
Kini, liga terpecah dua. Liga di bawah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan liga di bawah Komite Penyelamatan Sepakbola Indonesia (KPSI). Kedua liga tersebut merupakan perseteruan segelintir kelompok yang tidak menguntungkan bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan. Sudah saatnya sepakbola kembali ke tangan rakyat Indonesia. Seluruh pencinta sepakbola harus bersatu dan melawan perpecahan yang ada. Selama masih ada perpecahan ini, selamanya sepakbola Indonesia akan tetap terpuruk.
Jakarta Dan Solusi
Banjir yang baru melanda Jakarta beberapa waktu lalu sedikit banyak menjadi ujian pertama bagi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama. Sudah menjadi rahasia umum, bila banjir adalah 'penyakit kambuhan' yang sering diderita oleh Jakarta. Bebas banjir adalah salah satu impian dari warga Jakarta. Upaya pencegahan bukan tidak dilakukan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta, namun terkadang mental warga Jakarta yang tidak disiplin dan menganggap remeh peraturan membuat Jakarta akan selalu diserang banjir. Percuma saja bila Pemda DKI Jakarta bekerja keras menangani banjir bila warganya selalu melanggar peraturan yang ada.
Selain itu, masalah lainnya di Ibukota negara Republik Indonesia tersebut ialah kemacetan lalu lintas. Bila banjir selalu menghantui warga Jakarta kala musim hujan, maka kemacetan lalu lintas dapat diibaratkan tumor yang meradang pada tubuh Jakarta. Hampir sulit ditemukan lalu lintas yang lenggang, terutama pada jam-jam tertentu seperti pagi hari dan sore hari. Pada pagi hari begitu banyak warga Jakarta dan luar Jakarta yang berjejalan masuk ke sentral-sentral kegiatan kota Jakarta untuk bekerja. Belum lagi ditambah banyaknya kendaraan roda dua yang digunakan oleh anak sekolahan untuk bersekolah, baik membawa kendaraan sendiri maupun diantarkan oleh orang tua. Begitu banyaknya kendaraan yang merangsek masuk ke Jakarta akhirnya menyebabkan Jakarta sesak dan sulit bergerak di pagi hari. Hal serupa terulang pada sore hari yang merupakan waktu pulang perkantoran. Jakarta sudah sesak nafas dengan kemacetan lalu lintas.
Kedua masalah itu merupakan penyakit yang meradang di Jakarta. Meskipun demikian, penyakit terselubung pun banyak yang terjadi di Jakarta, seperti premanisme, kemalasan para Pegawai Negara Sipil (PNS), pungli pelayanan masyarakat, pendidikan dan lain sebagainya. Pada akhirnya, semua masalah tersebut haruslah di tuntaskan dengan seksama dan tepat sasaran. Akan tetapi, dari semua masalah Jakarta memanglah kedua masalah di atas, banjir dan kemacetan, adalah masalah yang sangat berpotensi melumpuhkan pergerakan berbagai sektor di Jakarta. Pasalnya, keduanya berhubungan dengan alur transportasi dan alur pergerakan aktifitas masyarakat Jakarta.
Untuk mengatasi kedua masalah tersebut sebenarnya perlu juga sumbangsih warga Jakarta agar dapat mandiri dan tidak melulu bergantung pada pemerintah. Dalam masalah banjir, warga bisa memulai dari hal kecil yakni membuang sampah pada tempatnya. Hal klise yang selalu didengungkan oleh pemerintah dari masa ke masa. Banjir bisa terjadi karena aliran sungai tidak dapat jalan dengan lancar disebabkan oleh sampah-sampah yang menyumbat. Warga juga tidak bisa mengandalkan para tukang sampah dan pemulung untuk membereskan hal itu. Harus wargalah yang bergerak dengan hal-hal kecil saja, seperti mulai untuk tidak membuang sampah ke sumber air.
Hal yang bisa dilakukan lainnya ialah untuk tidak membangun rumah di bantaran sungai. Karena, hal itu akan mengikis pinggir sungai dan menyebabkan saluran air menuju sungai atau kali akan menjadi tersumbat. Selain itu, saluran pembuangan dari rumah juga akan mengarah ke aliran air sehingga membuat aliran air sungai atau kali akan tercemar oleh limbah sehari-hari. Hal itu akan membuat kualitas air bersih di kota Jakarta berkurang. Bila kekurangan sumber air bersih maka jangan heran kalau Jakarta akan selalu didatangi penyakit-penyakit baru yang akan menghantui warganya.
Lalu, warga Jakarta juga harus memelihara daerah resapan air di pekarangan rumah atau di sekitar rumah. Hal itu penting karena mengingat Jakarta sudah jarang memiliki daerah resapan air yang berskala besar maka untuk penanggulangannya ialah adanya daerah resapan air skala kecil namun berjumlah banyak. Resapan air penting untuk meresap air hujan ke tanah sehingga volume air di sungai atau kali dan aliran air lainnya tidak penuh atau mencapai batas maksimum. Selain itu, bila pun terjadi banjir, mungkin akan lebih cepat surut dan bibit penyakit dari genangan air tidak akan bertahan lama. Buatlah, setidaknya, satu atau dua daerah resapan air di lingkungan rumah sehingga akan membuat lingkungan perumahan bisa terbebas dari banjir yang tergenang.
Solusi Kemacetan Lalu Lintas
Kemacetan lalu lintas merupakan momok yang sangat mengganggu warga Jakarta. Pasalnya, karena kemacetan banyak waktu terbuang percuma di jalanan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk urusan lain, seperti bisnis, pengiriman dokumen penting, pengiriman barang-barang industri dan lain sebagainya. Meski memang, Jakarta bukanlah satu-satunya kota yang padat lalu lintas kendaraannya, akan tetapi sebagai ibukota negara agaknya menjadi suatu hal yang memalukan.
Bila alur laju kendaraan di jalanan memang bisa dikurangi dengan munculnya kendaraan umum untuk rakyat, seperti Busway Transjakarta, Mass Rapid Transportation (MRT), angkutan kota (angkot), dan lain sebagainya. Namun, ada hal lain yang harus diperhatikan, yakni produksi kendaraan pribadi yang bermunculan di jalan raya. Di Jakarta dapat dikatakan cukup banyak kendaraan baru yang bermunculan di jalan raya. Baik dari tipe terbaru maupun tipe lama. Pertambahan itu disebabkan oleh terlalu mudahnya rakyat mendapatkan kendaraan pribadi. Pertambahan tersebut tidak berbanding dengan kapasitas jalan raya di Jakarta sehingga sering terjadi macet pada daerah tertentu dan jam tertentu.
Salah satu penyebab terjadinya perlonjakkan bertambahnya jumlah kendaraan pribadi ialah banyaknya dealer yang bekerjasama dengan perusahaan kredit. Pemberian kemudahan berkredit atas kendaraan menyebabkan masyarakat mementingkan hasrat kebutuhan akan kendaraan pribadinya dengan terlalu mudah, sehingga pertumbuhan jumlah kendaraan di jalan raya meningkat melebihi kapasitas jalan raya. Selain itu, kemudahan pemberian kredit juga membentuk sebuah sisipan karakter konsumtif pada masyarakat Jakarta. Karakter konsumtif tersebut akhirnya menekan logika untuk mempertahankan Jakarta yang kondusif. Orang yang kaya akan berupaya menunjukkan kelasnya dengan membeli kendaraan yang berharga milyaran rupiah. Di sisi lain, orang menengah ke bawah ingin menonjolkan arogansi diri mereka, untuk tidak diremehkan, dengan berupaya keras memiliki kendaraan pribadi. Pembeda antara si miskin dan si kaya bukan karena pemerintah yang membuatnya seperti itu, dengan membuat peraturan semacam three in one ataupun rencana ganjil genap, melainkan rakyat Jakarta sendiri yang ingin menonjolkan diri di jalan raya.
Memang, bila pemerintah akhirnya membatasi kredit maka pemda DKI Jakarta mungkin akan kehilangan pendapatannya dari pajak perusahaan kredit di Jakarta. Namun, apakah pendapatan daerah lebih penting dari kestabilan masyarakat Jakarta? Jakarta sudah tidak kondusif, terlihat bagaimana kemacetan yang sudah menggila. Dengan menghentikan sementara sistem pengkreditan kendaraan pribadi hingga menemukan sistem pengkreditan yang minim kerugian atas peredaran lalu lintas Jakarta, mungkin akan sedikit memperlonggar lalu lintas Jakarta.
Setelah itu, langkah selanjutnya ialah membereskan sistem kepemilikian kendaraan. Maksudnya ialah bukan berarti yang memiliki uang lebih berpotensi memiliki kendaraan pribadi, namun sistem kepemilikian diperketat dengan prasyarat adanya surat izin mengemudi (SIM). Dengan memiliki SIM maka barulah seorang warga Jakarta dapat memiliki kendaraan pribadi. Kenyataan yang terjadi di Jakarta bahwa banyak warga Jakarta yang belum memiliki SIM dapat berlalu-lalang di jalan raya Jakarta. Dengan menerapkan aturan tersebut, prediksi saya, sedikit banyaknya akan mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya dan pelanggaran-pelanggaran lalu lintas.
Bila SIM menjadi syarat untuk pengajuan kepemilikian kendaraan pribadi maka akan membuat perindividu warga Jakarta akan berpikir ulang untuk memiliki kendaraan. Cara tersebut akan efektif jika Pemda DKI Jakarta bekerjasama dengan satuan polisi lalu lintas untuk menerapkannya dan warga Jakarta untuk mematuhi serta menjalankannya. Selain SIM, perlu juga ditambahkan surat-surat atau dokumen yang menyatakan bahwa perindividu memiliki penghasilan. Dengan demikian, individu yang ingin memiliki kendaraan pribadi akan sangat terlindungi, baik secara hukum maupun keselamatannya.
Untuk mewujudkan itu semua perlu kedisplinan yang kuat. Baik dari tingkat warga Jakarta, satuan kepolisian di DKI Jakarta, PNS DKI Jakarta, hingga Gubernur dan Petinggi Negara yang berkantor di Jakrta. Pemerintah harus menjadi contoh utama bagi warganya. Bila melihat para pejabat menjalankannya maka dengan sendirinya warga pun akan berangsur-angsur menjalankannya. Karena warga akan mengikuti pemimpin yang memang pantas diikuti.
Rabu, 23 Januari 2013
Lima Dasar Mempertahankan Hubungan
Hubungan cinta sepasang anak manusia dapat berjalan lama ataupun sebentar. Banyak hal yang diutarakan untuk bersatu dan banyak hal pula yang dijadikan alasan untuk berpisah. Hal-hal yang diutarakan dalam menyatunya cinta sepasang anak manusia ialah kesamaan--baik kesamaan hobi, film, makanan, dan lain sebagainya. Lalu, saat mereka merasa kesamaan itu sudah mulai pudar dan membuat mereka berpisah dengan alasan perbedaan. Agaknya sedikit klise bila selalu beralasan karena banyak perbedaan, karena manusia diciptakan dengan perbedaan.
Perbedaan bukanlah sebuah alasan dalam retaknya sebuah hubungan. Mungkin lebih tepatnya ialah tidak adanya upaya untuk mencoba saling memahami satu dengan yang lainnya. Sebenarnya, perbedaan adalah sebuah lem yang menjadi perekat cinta antar manusia. Perbedaan dapat mengisi kelemahan masing-masing individu dalam hubungan. Perbedaan pula yang dapat menyempurnakan potensi-potensi positif di kedua individu yang saling mencintai.
Dikatakan demikian karena bila dilihat esensi sebuah hubungan ialah kebersatuan yang membuahkan suatu kehidupan dan bukanlah kematian. Kehidupan yang dimaksud ialah dari hubungan tersebut masing-masing manusia yang membinanya haruslah dapat menjalani kehidupan dengan membuahkan inovasi-inovasi berupa karya untuk bertahan hidup.Contoh yang mungkin dapat dipahami jelas konsep yang dimaksud di atas ialah dalam kisah cinta Habibie dan Ainun yang telah diangkat ke layar lebar. Keduanya merupakan sosok yang bertolak belakang. Habibie seorang insinyur dan Ainun adalah sarjana kedokteran. Habibie seorang yang berpikir taktis dan perfeksionis dan Ainun berpikir cekatan dan simpel. Keduanya berbeda, tapi dari perbedaan itu mereka membuahkan nama mereka sebagai salah satu anak bangsa yang haruslah dibanggakan dengan segenap hati bangsa ini.
Untuk dapat mempertahankan semangat perjuangan cinta ada beberapa hal yang dapat diperhatikan. Hal-hal tersebut merupakan hal sederhana namun berdampak besar bagi diri sendiri maupun pasangan. Pertama, hindari sebuah penyelesaian masalah yang berlarut-larut. Dalam melihat suatu masalah, masing-masing individu dalam sebuah hubungan pastilah memiliki pemikiran dan cara-cara pemecahan yang berbeda-beda. Terkadang, dalam penyampaian pendapat dalam suatu masalah dapat memacu egoisme pasangan dan akhirnya terjadi pertengkaran. Untuk menghindari hal tersebut, maka dalam membahas suatu masalah janganlah berlarut-larut, selesaikan dengan cepat dengan mencari solusinya bukan membicarakan masalahnya saja. Cari solusi yang dapat dijalani berdua dan dapat dijadikan sebuah pondasi komitmen jangka panjang.
Kedua, usahakan komunikasi efektif. Komunikasi yang efektif ialah komunikasi yang berimbang, tidak terlalu sering juga tidak terlalu lama tak berkomunikasi. Dengan berkomunikasi berimbang memberikan kesempatan masing-masing untuk mengeksplorasi diri dan mengumpulkan pengalaman yang nantinya dapat dibagikan kepada pasangan. Bagi yang sudah berumahtangga, komunikasi efektif dilakukan dengan cara tidak melulu menceritakan atau berbagi hal-hal negatif, seperti membicarakan atau menjelekkan orang lain, bercerita hal yang sama berulang kali, dan lain sebagainya. Berikan selalu nuansa baru dalam berkomunikasi, misalnya, berbagi cerita positif, berupaya memberikan cerita tentang pengalaman-pengalaman baru sehingga apa yang dibicarakan tidk monoton, dan saling memberikan pandangan positif terhadap keluhan pasangan sehingga pasangan tidak berlarut tenggelam dalam pikiran negatif terhadap seseorang ataupun sesuatu hal.
Ketiga, pertahankan rasa percaya pada pasangan. Dengan mempertahankan rasa percaya pada pasangan maka akan meningkatkan efek positif terhadap terpaan gosip. Bila kita sudah mempercayai pasangan kita maka kita juga harus berbuat sesuatu agar pasangan kita juga dapat mempertahankan rasa kepercayaannya terhadap diri kita. Poinnya adalah bila kita ingin dipercayai maka buatlah diri kita dipercayai. Bila melakukan hal-hal yang sekiranya dapat membuat keretakan hubungan sebaiknya ingat akan pasangan kita.
Keempat, mendukung pasangan dengan ikhlas. Sikap mendukung dibutuhkan untuk membantu perkembangan dari pasangan kita. Percaya atau tidak, seseorang yang didukung sepenuhnya oleh pasangan akan memiliki kesempatan perkembangan karir lebih cepat. Konsep mendukung yang dimaksud ialah kita mampu memberikan dukungan bila pasangan kita sedang mengalami kebuntuan atau sedang merasa jatuh semangatnya. Selain itu, kita juga harus mengingatkan pasangan bila jalan yang dilaluinya salah sehingga kesalahan yang dilakukannya tidak akan berpengaruh pada karirnya. Intinya adalah kita harus berkata benar bila itu benar dan salah bila itu salah kepada pasangan kita.
Kelima, menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar pasangan kita. Bila kita siap akan suatu komitmen, itu berarti tidak hanya dengan pasangan kita sebagai satu individu semata. Kita harus sanggup untuk menerima teman-temannya dan keluarganya. Karena, sebelum pasangan kita mengenal kita, dia lebih mengenal dahulu teman-temannya dan keluarganya. Disarankan untuk tidak terlalu mengekang pasangan kita bila ia sedang ingin berkegiatan dengan teman-teman atau keluarganya. Jangan pernah berupaya menjauhkan pasangan kita dari teman-teman dan keluarganya, karena hal itu hanya akan membuat pasangan kita terlalu bergantung pada diri kita dan tidak akan mampu mandiri. Selain itu, dengan meningkatkan kedekatan diri kita dengan orang-orang terdekat pasangan kita maka akan mempermudah diri kita untuk mengenal seluk-beluk karakter pasangan kita.
Demikian sedikit pemikiran saya mengenai menjaga hubungan cinta. Haruslah diingat bahwa menjaga suatu hubungan itu lebih sulit daripada mendapatkannya. Dan, kita tidak akan pernah menganggap sesuatu itu penting sebelum kita kehilangannya dan usahakan jangan sampai hidup kita seperti itu. Hargai pasanganmu, maka kau menghargai keberadaan dirimu sendiri sebagai manusia yang bermatabat.
Langganan:
Postingan (Atom)